Efektivitas Kebersihan Mulut Menggunakan Larutan Klorheksidin Terhadap Pencegahan Pneumonia pada Pasien dengan Penggunaan Ventilator


DOI:
https://doi.org/10.37063/jurnalantarakeperawatan.v1i3.28Keywords:
Chlorhexidine Oral Hygiene, Ventilator mekanik, PneumoniaAbstract
Pasien kritis di ruang ICU yang terpasang ventilator akan berpotensi menimbulkan komplikasi terjadinya infeksi nosokomial yaitu vetilator associated pneumonia. Pencegahan VAP yaitu non-farmakologi dan farmakologi. Pencegahan farmakologi VAP adalah menggunakan obat antiseptik dalam tindakan oral hygiene. Jenis antiseptik yang dapat digunakan seperti chlorhexidie dan hexadol. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui perbandingan oral hygine menggunakan larutan chlorhexidine dan larutan hexadol terhadap pencegahan terjadinya ventilator associated pneumonia pada pasien yang terpasang ventilator mekanik di ruang ICU RSUD Kabupaten Bekasi.Jenis penelitian ini merupakan penelitian quasi eksperimen dengan rancangan penelitian Control Group Pretest-Posttest dengan jumlah sampel 34 responden yang dibagi menjadi dua kelompok. Data yang digunakan dalam penelitian ini berupa data primer dengan teknik pengumpulan data menggunakan lembar observasi CPIS. Secara umum lembar CPIS berisi 6 parameter diagnosis VAP. Uji hipotesa menggunakan metode Independen T-Test. Hasil menunjukkan bahwa adanya efektifitas yang signifikan antara oral Hygiene dengan menggunakan Chlorhexidine dalam pencegahan VAP di RSUD Kabupaten Bekasi dengan nilai p = 0,933 (nilai p > alpha 0,05). Kesimpulan: Berdasarkan hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa ada pengaruh oral hygiene menggunakan chlorhxidine terhadap pencegahan VAP.
References
Futaci, D.,A., Arifin, J., dan Saktini, A. (2013). Penggunaan Ventilator Bundle pada Pasien dengan Ventilator Mekanik di ICU RSUP Dr Kariadi Periode Juli-Desember 2013.(Online). (http://eprints.undip.ac.id, diakses tanggal 10 April 2018).
Hunter, J.D. (2006). Ventilator associated pneumonia. Postgrad med, 82, 172,8. [diakses tanggal 7 Oktober 2017]
Kollef, M. (2015). The effect of late-onset: ventilator associated pneumonia in determining patient mortality. Diakes pada tanggal 10 Juni 2017 dari http://chestjournal.chestpubs.org/conte n t/108/6/1655.full
Lewis, S.M., et al. (2009). Medical Surgical Nursing Assesment and Management of Clinical Problem. Pennsylvania : W.B. Saunders.
Luna, C.M., Blanzaco, D., Niederman, M.S., Matarucco. W., Baredes, N.C., Desemery, P., et al. (2013)Resolutionof Ventillator associated pneumonia prospective evaluation of the clinical pulmonary infection score as an early clinically predictor of outcome. Critical care Med 31: 676-82 Nency, C., Irawan, D., dan Andrini, F. (2014). Gambaran Kejadian Ventilator Associated Pneumonia pada Pasien yang Dirawat Di ICU dan CVCU RSUD Arifin Achmad. (Online). (http://media.neliti.com, diakses 29 April 2018).
Park, et al (2014). Factors Influencing Ventilator-Associated Pneumonia in Cancer Patients. Asian Pac J Cancer Prev 15(14).(Online).(http://dx.doi.org/10.7314/AP JCP.2014.15.14.5787, Rahmiati, Kurniawan, T. (2013). Ventilator-
Associated Pneumoniadan Pencegahannya. Fakultas Keperawatan Universitas Padjajaran Bandung. Jurnal Husada Mahakam. Volume III, No. 6, November 2013, hal 163-318.
Rumende, C.M. (2008). Pola resistensi kuman penyebab VAP di RSCM tahun 2006-2007 [disertasi]. Jakarta: Universitas Indonesia. Sedwick, M.B., Lance-Smith, M., Reeder, S.
Downloads
Published
Issue
Section
License
Copyright (c) 2020 Jurnal Antara Keperawatan

This work is licensed under a Creative Commons Attribution-NonCommercial 4.0 International License.