Faktor-Faktor yang Berhubungan dengan Kejadian ISPA


Abstract Views : 308   PDF Downloads : 353

Authors

  • Maryati Sutarno STIKes Abdi Nusantara Author
  • Noka Ayu Putri Liana STIKes Abdi Nusantara Author

DOI:

https://doi.org/10.37063/jurnalantarakeperawatan.v1i1.9

Keywords:

Ispa, Pengetahuan, Pendapatan Keluarga, Status Imunisasi

Abstract

Di Indonesia Infeksi Saluran Pernafasan Akut (ISPA) selalu menepati urutan pertama penyebab kematian pada kelompok bayi dan balita. Selain itu ISPA juga sering berada pada daftar 10 penyakit terbanyak dirumah sakit. Survei mortalitas yang dilakukan oleh Subdit ISPA tahun 2013 menepatkan ISPA sebagai penyebab kematian bayi terbesar di indonesia dengan persentase 22,30% dari seluruh kematian balita. Untuk mengetahui Faktor-Faktor yang berhubungan dengan kejadian ispa pada balita di poli umum puskesmas malaka jaya jakarta timur. Metode penelitian menggunakan studi analitik dengan pendekatan cross sectional, metode total samplingadapun variabel dependent dan variabel independen di dapat dari data primer yang dikumpulkan dalam waktu satu bulan di poli umum Puskesmas Malaka Jaya. Hasil Penelitian: Terdapat adanya hubungan antara pengetahuan ibu, pendapatan keluarga, status imunisasi dengan kejadian ISPA. Dengan hasil p value kurang 0,05. Berdasarkan penelitian yang telah dilakukan, maka penulis dapat menarik kesimpulan bahwa ada hubungan dengan faktor-faktor yang berhubungan dengan kejadian ISPA di Puskesmas Malaka Jaya, dengan hasil Uji-Chis quare didapatkan p-value <0,05. Penelitian selanjutnya khususnya tentang ISPA pada balita dapat mengembangkan penelitian dengan variable yang lebih bervariasi, metode dan analisa data serta uji statistic yang berbeda.

References

Anomi, (2013) Faktor Risiko Kejadian Infeksi Saluran Pernafasan Akut Pada Balita: 2013

Badan Penelitian dan Pengembangan Kesehatan, Kementerian Kesehatan R.I.Penggunaan Tembakau. Riset Kesehatan Dasar, Riskesdes (2010). Jakarta: s.n, 2010. Hal.404, 416.

Dirjen Pemberantasan Penyakit Menular dan Penyehatan Pemukiman Departemen Kesehatan RI. Program Pemberantasan Infeksi Saluran Pernafasan Akut (ISPA) untuk penanggulangan pada Balita. 2. Jakarta: 2013, hal 15-26

Depkes RI. Buku Bagan Manajemen Terpadu Balita Sakit (MTBS). Jakarta: Depkes, 3013.

Dinas Kesehatan Kapubaten Bekasi ProfilKesehatan Kabupaten Bekasi T:2010. 3. Bekasi: s.n., 2011

Dona, W. (2010). Riset Kesehatan Dasar. Jakarta: 2013

Fatah,(2014).Hubungan Kondisi Kesehatan Lingkungan Pempndokan DenganKejadian ISPA di Pondok Pesantren Sabilal Muhtadin Desa Jaya Karet Kecamatan Mentaya Hilir Selatan Provinsi Kalimantan Tengah.Skripsi S1, Universitas Negeri Semarang

Junaidi, 2011. Penyebab ISPA pada balita dan etiologi, Jakarta: PT Bhuana Ilmu Populer.

Katrina, (2013). Mengenal Infeksi Saluran Pernafasan Akut (ISPA) dan Penanggulangannya. Jakarata: 2013

Misnadiarly, 2014 Infeksi Saluran Pernafasan Akut pada balita, Jakarta: Pustaka Obor Populer.

Nastiti. (2013) Penangan ISPA padaAnak di rumah Sakit Kecil di Negara Berkembang: Pedoman Untuk Dokterdan Petugas Kesehatan Senior. [penyunt.] dr. Natalia Susi. [penerj] dr. Anton C. Wdjaja 1. s.I, Penerbit Kedokteran EGC: 2013

Notoatmodjo, Soekidjo. 2012. Metedologi Penelitian Kesehatan Rev. Jakarta: Rineka Cipta

Pusat Penyuluhan Kesehatan Masyarakat DepkesRi. Hindarkan Anak Ibu dari Bahaya Infeksi Saluran Pernafasan Akut (ISPA).Jakarta: s.n., 2013.Widiyono 2013 Currnet cat ownership may be associated with the lowerprevalence of otapic dermatitis, allergic rhinitis, and Japanese cedarpollinosis in schoolchildren. 17. 2013. Hal 22-28

Tahun DR, Omega 2017 Statistik untuk ilmu kesehatanTeori Dan Aplikasi SPSS. Yogyakarta Wahana Revolusi.

Undang Undang Gebernur Tahun 2008.Tentang UMP DKI Jakarata Yusri, 2014.Pencegahan ISPA pada balita, Diaksespada 2 januari.

Downloads

Published

30-04-2020

How to Cite

Faktor-Faktor yang Berhubungan dengan Kejadian ISPA. (2020). Jurnal Antara Keperawatan, 1(1), 37-41. https://doi.org/10.37063/jurnalantarakeperawatan.v1i1.9